"Dia itu kalau stafnya bekerja tidak sesuai dengan harapannya, dia bisa maki-maki seenaknya. Saya saja pernah dikatain buta huruf waktu disuruh membuat surat, jadi dia mendikte melalui telepon," cerita Nuril.
Nuril menceritakan hal itu saat berbincang dengan detikcom di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (29/7/2011). Tak hanya Nuril saja yang sering kena damprat Nazaruddin, hampir seluruh staf, pernah dimarahi habis-habisan oleh pria yang kini menjadi tersangka kasus Kemenpora itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nuril, Nazaruddin juga seperti orang yang tidak punya takut pada siapapun. Saat kasusnya mulai mencuat dan dirinya mulai kepepet, Nazaruddin bahkan mengancam Ketua Umum PD Anas Urbaningrum dan Benny K Harman.
"Waktu di Bali, Pak Nazaruddin itu mengancam Pak Anas dan Pak Benny, saat itu saya ada di situ tapi saya tidak dengar karena saya jauh. Tapi Pak Nazar bilang ke saya, kalau dia baru saja ngancam, kalau dia tidak dibantu dia akan meledakan soal Kongres PD 2010," kata Nuril.
Namun Nuril juga tidak mengetahui pasti apa yang dimaksud meledaknya oleh Nazaruddin saat itu. Namun Nuril menduga, kemungkinan yang dimaksud Nazar itu adalah tudingan-tudingan yang dilontarkan Nazar di media massa akhir-akhir ini.
"Padahal itu dia nggak ada buktinya, kalau memang dia benar punya bukti, silakan bawa ke Indonesia agar semua jelas," kata Nuril yang kini mengaku sedang ingin cooling down setelah sempat dibuat pusing oleh Nazaruddin.
Sebagai staf, Nuril mengaku mengetahui sepak terjang Nazaruddin. Karena itu, Nazaruddin selalu mewanti-wantinya agar tidak pernah menceritakan hal yang diketahuinya kepada orang lain.
"Tapi ternyata dia sendiri yang menyebut-nyebut saya dari tempat dia sembunyi, ya saya kecewa," kata Nuril.
(ken/her)











































