Keyakinan Nuril itu bukan tidak berdasar. Selama mengenal Nazaruddin, Nuril mengaku sangat paham sepak terjangnya. Apalagi setelah menjadi stafnya.
"Dia memang tukang bohong, saya tahu persis itu. Soal apa saja dia bisa bohong," kata Nuril yang mengaku tidak menyukai sifat Nazaruddin itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nuril mengatakan, Nazaruddin sering memintanya berbohong. Misalnya saja, mantan Bendahara Partai Demokrat (PD) itu pernah meminta Nuril untuk berbohong kepada Ahmad Mubarok.
"Waktu itu Pak Nazar minta saya untuk bilang ke Pak Mubarok bahwa dia sedang umroh padahal tidak," kata pria yang kini sedang mengambil S2 jurusan Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu.
Nuril makin yakin Nazaruddin tukang bohong setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Nazaruddin sebagai tersangka Wisma Atlet. Padahal di depan Nuril, Nazaruddin mengaku tidak terlibat.
"Dia bilang ke saya tidak terlibat, tapi ternyata KPK punya bukti yang menyatakan dia terlibat. Nggak mungkin kan KPK menetapkan dia jadi tersangka kalau tidak ada buktinya," kata Nuril yang juga kader PD itu.
Selama berada di persembunyian Nazaruddin terus melancarkan serangan-serangan maut. Nazaruddin menyebut sejumlah orang terlibat dalam kasus Wisma Atlet.
Nazaruddin juga menyebut-nyebut Kongres PD 2010 penuh politik uang. Tim Anas Urbaningrum disebut-sebut membagi-bagikan uang untuk kemenangan Anas sebagai Ketua Umum PD.
(ken/her)











































