Demo di KPK, Massa Desak Pengusutan Kasus Gula Ilegal
Senin, 28 Jun 2004 15:14 WIB
Jakarta - Sekitar 50 pengunjuk rasa yang menamakan diri Forum Rakyat menggelar aksi di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jl. Veteran, Jakarta Pusat. Mereka mendesak KPK mengusut dugaan korupsi di balik impor gula ilegal dan penjualan tanker Pertamina.Dalam aksi yang dimulai pukul 14.30 WIB, Senin (28/6/2004), itu massa melakukan happening art. Mereka membawa dua dirigen minyak dan beberapa bungkus gula ukuran setengah kilogram. Ini melambangkan rakyat kecil yang tidak berdaya dan menjadi korban kebijakan negara. Massa, dalam orasinya, menuntut KPK memeriksa seluruh jajaran direksi dan komisaris Pertamina terkait rencana penjualan tanker yang diduga beraroma KKN. Massa juga membawa miniatur tanker yang ditulisi "Jangan Jual Aset Negara". Korlap aksi, Thomas Juniarto, juga mensinyalir penjualan aset-aset negara yang selama ini disita BPPN sarat aroma korupsi. Sebab harganya sangat jauh di bawah harga pasar. Misal dari privatisasi 11 BUMN negara hanya mendapatkan pemasukan Rp 16 triliun.Thomas juga menyoroti soal kasus impor ilegal yang diduga melibatkan Ketua umum Inkud dan Menperindag Rini MS Soewandi. Selama ini keduanya diduga banyak terlibat dengan berbagai kasus impor yang dinilai merugikan pengusaha dan produse dalam negeri. Seperti impor minyak goreng pada pertengahan tahun 1990-an oleh Nurdin Halid, dan kebijakan kasus impor paha ayam dari AS oleh Menperindag Rini Soewandi.Hingga berita ini dilaporkan, pukul 15.00 WIB, aksi masih berlangsung. Sebagian pengunjuk rasa kini sedang diterima oleh Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamengkas. Selain menyampaikan tuntutan, perwakilan demonstran juga menyerahkan miniatur yang mereka bawa kepada Erry Riyana.
(gtp/)











































