Ya, Maglev Train yang beroperasi di Shanghai, China bukanlah sembarang kereta. Ia disebut-sebut sebagai kereta komersial tercepat di dunia. Penulis sempat mencoba canggihnya Maglev Train kala berkunjung ke Shanghai baru-baru ini dalam ajang Telkomsel Media Education 2011 lalu.
"Kereta ini menghubungkan kota Shanghai dengan Bandara Internasional Pudong dengan kecepatan super," ujar salah seorang penjaga di kereta yang sempat ditanyai detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maglev Train pun berhenti di stasiun. Dilihat dari luar, wujud Maglev Train tampak modern dan mewah. Moncongnya yang runcing kelihatan futuristik. Jauh jika dibandingkan, misalnya, dengan kereta yang hilir mudik di Tanah Air.
Para penumpang pun dengan tertib memasuki ruang di dalamnya. Interior yang didominasi warna putih tampak bersih dan masih baru. Maklum saja, Maglev Train di Shanghai ini belum begitu lama dioperasikan untuk publik, yakni sejak tahun 2004.
Beberapa saat kemudian, ketika para penumpang sudah duduk dengan rapi, kereta pun mulai berjalan. Seakan ingin membuktikan seberapa cepat kereta bisa melaju, di bagian atas terdapat layar yang dapat menampilkan angka seberapa cepat laju kereta secara real time, dalam hitungan kilometer per jam.
Sungguhpun melaju begitu kencang, penumpang di dalam tetap bisa duduk dengan nyaman di kursi empuk. Terasa guncangan-guncangan tentu saja, namun masih dalam batas kewajaran.
Dalam waktu singkat, kereta sudah melaju di kisaran ratusan kilometer. Angka di monitor mulai menembus 400 km per jam. Guncangan-guncangan jelas ada, namun masih dalam batas kewajaran.
Tidak berapa lama, kecepatan sudah sampai 431 km per jam. Ternyata, ini adalah batas tertinggi Maglev Train. Hanya dalam hitungan menit, kereta pun sudah sampai di tujuan, yakni Pudong International Airport.
Maglev Train ini adalah kereta buatan Jerman yang berjalan dengan sistem magnet di relnya. Hal ini memungkinkan kereta berjalan dengan sangat kencang, namun tetap terjaga keamanan dan kenyamanannya.
Sayangnya, Maglev Train ini baru beroperasi terbatas menghubungkan stasiun Longyang Road menuju Bandara Pudong yang berjarak sekitar 30 kilometer. Keberadaannya menjadi atraksi tersendiri di tengah sibuknya kota bisnis Shanghai.
(fyk/nik)











































