"Pansel sudah bekerja profesional, mendengarkan masukan atas calon-calon pimpinan KPK. Calon-calon dari internal KPK memang tidak patut lolos jadi pimpinan mendatang," ujar Fahri saat berbincang dengan wartawan, Jumat (29/7/2011).
Menurutnya pemberantasan korupsi di Indonesia kurang maksimal. Dibutuhkan perubahan besar di KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, menurut Fahri, semua calon pimpinan KPK harus punya karir yang bersih secara etika. Sehingga dapat menjalankan tugas dengan maksimal.
"Pimpinan KPK itu tidak boleh melanggar etika. Keputusan pansel sudah tepat sekali. Selain gagal dan korupsi tak hilang-hilang, yang kedua, bagi penegak hukum etika itu jauh lebih tinggi dari hukum, ketemu tersangka itu sudah pelanggaran dan sudah sepantasnya tidak lolos," tandas politisi PKS ini.
(van/rdf)











































