"Meninggalnya Ernawati merupakan kesekian fakta kelalaian pemerintah Indonesia yang tidak segera melakukan evakuasi terhadap Ernawati. Karena sebelum meninggal dunia dalam kondisi fiksik kesakitan dan muntah darah, Ernawati sempat telepon kepada keluarga dan memberitahu bahwa majikan melakukan penganiayaan dan mengharapkan pertolongan," kata irektur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (29/7/2011).
Sebelumnya pihak keluarga yaitu Yenny Larasati (kakak korban) menerima telepon dari Ernawati pada 29 Januari 2011. Ernawati menceritakan dirinya dalam kondisi kritis dan muntah darah akibat penganiayaan majikan yaitu ditampar, dipukul hingga tidak kuat melakukan pekerjaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ernawati berangkat menjadi PRT Migran ke Arab Saudi melalui PT Boughsan Labrindo pada tahun 2008. Dikarenakan ada dugaan kekerasan penyebab meninggalnya almarhumah, maka pihak keluarga dengan didampingi Migrant Care akan membawa jenazah Ernawati ke Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 13.30 WIB dan langsung dibawa ke RSCM guna meminta pemeriksaan forensik kepada dr Mun'im Idris.
"Migrant Care mendukung penuh terhadap pihak keluarga dari korban agar pihak-pihak yang berwernang mengusut tuntas penyebab kematian Ernawati serta meminta pertanggung jawaban pihak-pihak terkait agar memnuhi hak-hak almarhumah," ujarnya.
(anw/fiq)











































