Menurut putri Sultan, Reni, pesta pernikahan yang akan digelar 18 Oktober nanti merupakan pesta milik rakyat Yogyakarta. Ia juga melibatkan warga Yogya langsung, dalam pembuatan suvenir dan cenderamata sebagai tanda mata dari pernikahan mereka.
"Jadi, saya harap ada kemajuan ekonomi dari pesta saya ini terutama untuk warga Yogya," jelas Reni, dalam jumpa pers, di kediaman Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Jl Denpasar, Jakarta, Kamis (28/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal lokasi pemasangan belum diketahui, yang pasti di seputaran kota," jelas Reni.
Pasangan yang telah pacaran sejak tahun 2007 silam ini, rencananya akan berkeliling daerah di seputaran Yogyakarta seperti, Sleman, Kota Gede dan masih banyak lagi. Menurutnya, hal itu untuk memudahkan masyarakat sekitar Yogyakarta, agar tidak perlu datang ke kota Yogya pada 18 Oktober nanti.
"Supaya masyarakat bisa lebih mengenal kita, dan mereka tidak perlu repot-repot untuk ke Yogya, "ucapnya.
(anw/anw)











































