"Jika tidak memberikan kemudahan bagi masyarakat, bahkan menyulitkan, akan dikaji kembali. Jika perlu dibatalkan," ujar Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Tundjung Inderawan, di dalam perbincangannya dengan wartawan di RM Medan Baru, Jl Krekot Bundar, Jakarta, Kamis (28/7/2011).
Tundjung mengatakan, dari pemantauan beberapa agen penjualan tiket termasuk gerai Indomaret, mereka tidak memiliki kuota khusus. "Saat ditanya, mereka menjawab ke stasiun dulu. Artinya mereka tidak punya kuota khusus dan ikut antre di stasiun," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan sistem elektronik menurut Tundjung seharusnya memberikan kemudahan dan memberi opsi yang lebih baik. "Tapi jika sebaliknya, layak dipertanyakan," jelasnya.
Bentuk pengawasan untuk menelusuri keberadaan calo tiket di antaranya dengan pemeriksaan kartu identitas pembeli tiket. Pada saat pembelian tiket, pembeli harus memperlihatkan kartu identitas tersebut.
Tundjung juga menjanjikan hadiah uang tunai Rp 5 juta bagi orang yang menangkap oknum PT KA yang menjadi calo tiket. Jika berhasil menangkap calo yang bukan oknum PT KA, akan diberikan hadiah uang tunai Rp 500 ribu dari PT KAI.
"Oknum orang dalam itu akan diproses untuk dipecat. Semua itu sebagai upaya serius untuk memberantas calo di KA," tegas Tundjung.
Total tiket kereta api pada masa Lebaran 2011 ini sekitar 142.000 ribu lembar dan 60 persennya adalah kelas ekonomi. "Jumlah itu belum termasuk 17 KA tambahan. Prinsipnya, semua penumpang harus terangkut dan KA ekonomi belum dijual," urai Dirjen.
(mpr/lh)











































