"Saat itu pukul sekitar 14.30 WIB kita melihat ada sejumlah polisi dan wartawan. Tapi kita tidak tahu ada kejadian apa," kata Juanda melalui telepon, Kamis (28/7/2011).
Mendengar penuturan pihak kepolisian mengenai kedatangan mereka ke daerah Rumpin, Juanda langsung mengumpulkan seluruh anggota Den Bravo. Kepada mereka kemudian ditanyakan apakah ada yang mengetahui dan terlibat aksi dugaan pemukulan terhadap juru kamera Tempo TV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kabar pemukulan terhadap SA terjadi di wilayah water training yang dikelola TNI AU. Dia juga membantah bila pihaknya melakukan penjagaan di wilayah tersebut.
"Den Bravo hanya melakukan penjagaan di Ksatrian (markas) saja," tuturnya.
Saat peristiwa terjadi SA sedang mengambil gambar di lokasi sengketa lahan Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Tiba-tiba, bagian tengkuknya seperti dipukul dengan keras dan mengakibatkan dirinya jatuh tidak sadarkan diri.
Tiga orang rekannya yang saat itu ikut bersama SA sempat kebingungan mencari keberadaan SA yang tidak kunjung kembali dari mengambil gambar. Saat ditemukan. SA dalam kondisi tertelungkup pingsan dan masih memegang kamera.
Rumpin ramai diberitakan terkait sengketa lahan antara warga setempat dengan TNI Angkatan Udara. Lahan pertanian di daerah itu bakal digunakan untuk lokasi latihan air bagi prajurit TNI AU. Namun hal itu ditolak oleh warga.
(ahy/lh)










































