"Sampai hari ini belum dapat informasi. Perlu saya tegaskan sekali lagi disini, yang jemput itu Polri, kami ikut kerjasama dengan kepolisian. Jadi tidak kalo ada tim penjemputan dari pihak Imigrasi atau Kemenkum HAM. Yang ada tim kami bergabung sama tim dari kepolisian. Nggak mungkin lah Kemenkum jemput-jemput kaya gitu," kata Patrialis di Kemenkum, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (28/7/2011).
Patrialis menjelaskan tim dari Kemenkum hanya akan menangani masalah Keimigrasian. Tim sudah bergerak bersama-sama kepolisian sejak beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana dengan Argentina? "Yah nanti kalau saya sebut dan ternyata enggak di situ saya dibilang pembohong, saya enggak mau dikatain pembohong lagi," terangnya.
Informasi yang dikumpulkan detikcom, Nazaruddin sudah bergeser dari Argentina ke sebuah negara di Amerika Latin. Posisinya sudah dikunci. Tim dari interpol sudah berkoordinasi dengan KPK dan Kepolisian. Tinggal menunggu waktu yang tepat menangkap Nazaruddin.
(ndr/gah)











































