Bagi Selebaran Anti Militer, Mahasiswa Dipukuli Preman

Bagi Selebaran Anti Militer, Mahasiswa Dipukuli Preman

- detikNews
Senin, 28 Jun 2004 13:19 WIB
Makassar - Di Jakarta, aksi anti capres militer aman-aman saja. Tapi di Makassar, mahasiswa anti capres militer malah kena bogem yang dilancarkan sejumlah oknum.Ini terjadi ketika sejumlah mahasiswa menyebarkan selebaran anti capres militer di tempat pendaftaran Sistem Pengujian Mahasiswa Baru (SPMB), Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin (28/6/2004). Mereka dipukuli sejumlah preman.Kejadian ini bermula ketika sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Oposisi Bersatu (BOB) membuat posko propaganda anti militer di depan tempat pendaftaran mahasiswa baru. Lokasinya tidak jauh dari Gedung Pertemuan Alumni (GPA) Unhas, yang juga menjadi tempat digelarnya pendaftaran SPMB.Posko ini sebenarnya hanya berupa menggelar karpet dan tikar di bawah pohon besar yang ada di depan gedung GPA. Di tempat itulah mahasiswa membagikan selebaran dan juga menjual tabloid "Protes" yang berisi perlawanan terhadap capres militer.Pemukulan terjadi sekitar pukul 10.15 Wita. Saat itu, anggota BOB yang berjaga di posko hanya sekitar 5 orang. Saat sedang membagikan selebaran, mereka didatangi 7 orang yang melarang mereka untuk membagikan selebaran itu.Karena menolak, 5 orang mahasiswa itu pun langsung dipukuli. "Saya langsung ditampar," ujar Fathan, salah seorang mahasiswa yang membagi selebaran, saat ditemui detikcom.Empat teman Pathan yang lain juga ikut dipukuli. Bahkan Gani, salah seorang di antaranya, sempat ditangkap oleh preman itu. "Tapi sekarang sudah dilepaskan. Mukanya memar karena ditonjok," ucap Fathan.Pelaku pemukulan ini dikenali oleh para mahasiswa sebagai salah seorang anggota tim sukses salah seorang capres militer. "Saya kenal dia. Dia memang sudah seringkali mengusir kami setiap kali melakukan aksi. Apalagi bila aksi kami mengusik partainya," ujar Fathan.Selain dipukuli, sejumlah selebaran, juga tikar dan spanduk yang mereka gelar di posko, ikut dibakar oleh sejumlah orang itu. Hingga saat ini, bekas spanduk dan tikar yang habis dibakar masih tampak di lokasi kejadian. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads