Pertemuan pertama, Ade mengaku ditemani oleh Juru Bicara KPK, Johan Budi. Nah, menurut Johan, saat itu ia melihat Nazaruddin ditemani Wasekjen Partai Demokrat, Saan Mustofa.
Ade mengatakan, saat pertemuan pertama ini, Nazar sempat menyinggung perkara yang berkaitan dengan Sjafii Ahmad (mantan Sekjen Depkes). Pertemuan ini pun berakhir tanpa ada deal apapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan selanjutnya terjadi beberapa bulan selanjutnya. Nazar ingin bertemu Ade dengan alasan halal-bihalal. Ade kali ini memilih penyidik bernama Rony Santana.
Dalam kesempatan ini, Ade melihat Nazar ditemani oleh orang yang sama berserta seorang rekan lainnya.
"Bukan dia sendiri, dia 3 orang," kata Ade.
"Yang pertama, yah, yang kedua ada satu lagi yang lainnya," imbuhnya.
Dalam pertemuan ini, Nazar kembali mengutarakan hal yang sama soal perkara di KPK. Dan lagi-lagi Ade mengaku menolaknya.
Siapa rekan Nazar satu lagi itu? Ade menolak merincinya. Ia berjanji akan membeberkan usai pemeriksaan komite etik. "Saya bicarakan sampaikan setelah sampaikan ke pemeriksaan," tegas Ade.
Usai pertemuan yang terakhir, kedua rekan Nazar meminta maaf kepada Ade. Mereka berdua tidak menyangka jika Nazar berani meminta hal itu kepada Ade.
"Temen-teman yang dua itu minta maaf kepada saya, minta maaf, saya tidak ikut dalam kasus ini, saya tidak tahu menahu. Silakan dilakukan proses, saya tidak ingin pengaruhi," tutur Ade menirukan ucapan kedua rekan Nazar.
(mok/ndr)










































