Ade Rahardja Blak-blakan Soal Ancaman Nazaruddin

Ade Rahardja Blak-blakan Soal Ancaman Nazaruddin

- detikNews
Kamis, 28 Jul 2011 17:29 WIB
Jakarta - Saat KPK melakukan tangkap tangan di kasus Kemenpora, M Nazaruddin berulang kali mengontak Deputi Penindakan KPK, Ade Rahardja. Selain minta supaya kasusnya dihentikan, Nazar juga mengancam Ade.

Cerita ini disampaikan Ade secara blak-blakan kepada wartawan di Lantai 3, Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (28/7/20211).

21 April 2011 sekitar pukul 19.30 WIB, KPK menangkap Rosa, El Idris dan Wafid Muharam. Berbekal pengakuan awal Rosa, tim penyidik langsung bergerak ke PT Permai Grup yang berkantor di Warung Buncit. Di tempat ini, penyidik menggeledah setiap barang yang bisa menjadi petunjuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat lain, Ade yang memantau pergerakan anak buahnya, mengaku mendapat telepon dari Nazar. "Ada 7-9 kali, tapi nggak ada yang saya angkat," kata Ade.

"Saya perintahkan penyidik supaya melakukan penggeledahan dan penyitaan," lanjutnya.

Tiga hari berselang, Nazar mencoba mengirim SMS kepada Ade. Isinya, "Pak, saya tahu kasus yang Bapak SP3 di Pertamina," tulis Nazar dalam pesan singkatnya.

30 April 2011, Nazar kembali mengirim SMS kepada Ade. Isinya kurang lebih berisi nada ancaman.

"Pak, mau saya antar kemana CD percakapan.."

"Antara bapak dan Ari Muladi, biar ancur.."

"Kita semua.." tulis Nazar yang mengirim 3 pesan.

Ade memastikan, tidak ada satu pun komunikasi dari Nazar yang dibalas olehnya. Ade juga memastikan, tidak ada deal dalam dua kali pertemuan dirinya dengan Nazar.

(mok/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads