Empat orang tahanan para pencari suaka politik itu mendadak saja mengamuk, Kamis (28/07/2011) siang. Mereka memecahkan kaca meja dan merusak sejumlah fasilitas kantor. Pemecahan kaca meja sempat membuat luka warga Iran itu sendiri.
Alasan aksi tersebut karena petugas Rudenim tidak menghiraukan laporan mengenai anak seorang tahanan yang sakit demam. Sudah hampir sepekan kondisi tersebut dilaporkan, namun belum juga ada tindak lanjut dari petugas Rudenim dengan membawa anak yang sakit tersebut ke rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahanan Afghanistan tidak sependapat bila warga Iran melakukan pengerusakan tersebut. Mereka minta warga Iran untuk menghentikan aksinya yang mengamuk di kantor tersebut.
Sesama tahanan pencari suaka politik ini yang jumlahnya lebih dari 50 orang ini nyaris saja bentrok. Pihak Rudenim Pekanbaru tidak mampu membendung sesama tahanan yang mulai emosi dan suasana semakin mencekam.
Pihak Rudenim lantas melaporkan masalah tersebut ke Polsek Bukit Raya. Beruntung saat akan terjadi bentrok sesama tahanan, polisi sudah tiba di lokasi. Letusan senjata ke udara untuk melerai kelompok yang sudah saling berhadapan itu.
Kapolsek Bukit Raya, Kompol Wawan Setiawan, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa tersebut. "Kita melepaskan tembakan ke udara, untuk menghindari bentrokan sesama tahanan. Sekarang situasinya sudah aman," kata Wawan.
(cha/lh)











































