Mahfud, rekan SA yang berada di lokasi yang sama menceritakan hal itu kepada detikcom. Namun sayang, saat sadar, SA mengaku tidak mengetahui siapa atau apa yang telah membuatnya tidak sadar.
"Dia sedang mengambil gambar area pemukiman warga di lokasi itu, saya tinggal sebentar untuk minum di warung yang berjarak sekitar 10 meter," kata Mahfud saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Kamis (27/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya langsung lari ke tempat tadi saya dan SA bersama, tapi dia tidak ada. Setelah saya cari-cari saya temukan dia dalam posisi tertelungkup tidak sadar, pingsan. Dia masih memegang kamera," cerita Mahfud.
Melihat itu, Mahfud langsung berteriak untuk mencari pertolongan. Teman-temannya dari Tempo TV bersama warga langsung berdatangan. SA langsung dibawa ke rumah salah satu warga untuk diberi pertolongan.
"Dia akhirnya sadar, tapi dia tidak tahu siapa yang melakukannya. Dia hanya merasa sakit di tengkuk dan bagian kaki," kata Mahfud. Mahfud menduga, SA hanya dipukul lantas pingsan, tidak dipukuli hingga babak belur.
Mahfud bercerita, tim Tempo TV yang datang ke lokasi sengketa ada empat orang. Salah satu rekannya sempat mengatakan ada orang yang mengawasi kegiatan peliputan yang dilakukan tim Tempo TV.
"Rekan saya bilang ada yang mengawasi kami dan mobil kami. Orang itu pakai kaos, berbadan sedikit gempal, berkepala botak dan ber-HT. Tapi saya tidak tahu apakah orang itu ada hubungannya dengan kejadian yang menimpa SA ini," kata Mahfud.
Saat ini SA belum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun sejumlah petugas polisi dari Polsek Rumpin telah berada di salah satu rumah warga Rumpin tempat SA beristirahat.
"Kita juga tunggu teman-teman dari Jakarta yang akan datang ke sini," kata Mahfud.
Rumpin ramai diberitakan terkait sengketa lahan antara warga setempat dengan TNI Angkatan Udara. Lahan pertanian di daerah itu bakal digunakan untuk proyek water training AU. Namun hal itu ditolak oleh warga.
(ken/nrl)











































