"Selama sebulan setiap hari Senin dan Kamis waktu wajib lapor sebelum sidang kita selalu lapor ke Jaksa. Nah saya diraba-raba sampai disuruh membuka baju dan dicium sama Pak BS. Kalau sudah diminta membuka baju itu saya lari," kenang Samuri yang baru saja ditemui Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso sambil tersenyum.
Hal ini disampaikan Samuri dalam konferensi pers bersama Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu ada tiga bulan. Saya dilecehkan. Saya dipanggil ke kontrakannya, saya kan dimintai uang kalau nggak bayar kasusnya mau dinaikkan. Saya nggak ngasih uang, setiap sore saya ditelepon untuk datang dan saya harus sendiri. Dia bugil mondar-mandir, saya diajak ke tempat tidur saya tidak mau, kemudian saya diajak jalan-jalan di alun-alun dan saya yang disuruh membayar," keluh Samuri yang berpotongan pendek dan memakai jaket cokelat pinjaman ini sambil tersenyum.
Karena ia terus menolak, kasusnya berjalan cukup cepat. Sekalipun ia sudah membayar Rp 3 juta ke oknum Polres Trenggalek.
"Setelah itu permasalahan saya dinaikkan. Saya sudah membayar sama orang Polres Rp 3 juta tapi tetap saja kasus jalan terus. Saya sudah menginap 18 malam di MA sampai diusir oleh Satpol PP. Maka itu hari ini saya menyampaikan ke pimpinan DPR," tandasnya.
(van/rdf)











































