"Khusus untuk bulan Ramadhan, kami sudah mengirimkan surat ke lembaga penyiaran, agar program yang ditayangkan tetap menjaga kesucian bulan Ramadan. Termasuk acara program sinetron, film dan program acara sahur," terang Ketua KPI, Dadang Rahmat, dalam jumpa pers di Kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (28/7/2011).
KPI dan MUI berjanji terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh program yang ditayangkan selama bulan Ramadan. Bahkan, KPI mengaku selalu menerima aduan dari masyarakat terkait program program yang ditampilkan saat sahur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dadang berharap aksen lucu dari sebuah tayangan ditampilkan dengan cara yang lebih halus apalagi selama bulan Ramadan. Karena terkadang tayangan saat sahur itu juga dinikmati anak-anak.
"Banyolan itu terkadang mengolok-olok dengan menyindir atau merendahkan orang-orang yang bertubuh pendek, yang bergigi tonggos, saling pukul dan dorong walaupun itu konteksnya bercanda. Kita harap itu semua dihindari, dan katanya mereka janji itu tidak akan ada lagi. Kita lihat saja nanti," tegas Dadang.
Terakhir, Dadang berharap lembaga penyiaran juga mengevaluasi diri tidak hanya karena mendapatkan teguran dari KPI, MUI maupun pemerintah.
"Tetapi lembaga penyiaran juga harus mengevaluasi atas aduan dan keluhan masyarakat. Agar memerhatikan beberapa program-program yang kira-kira memiliki konten yang tidak baik bisa ditampilkan dengan benar dan layak," tandasnya.
(lia/her)











































