"Apakah ini menciptakan panggung politik tentu saja tidak. Dari postur APBN kita harus dievaluasi, karena memang rawan dikorupsi," tutur Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon.
Hal ini disampaikan Fadli dalam dialektika di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/7/2011).
Dengan Panja ini, diharapkan mampu mengusut tuntas masalah anggaran. Hingga tak ada lagi penjahat yang mengusili uang rakyat.
"Panja atau Pansus adalah titik masuk untuk menyelesaikan benang kusut ini," jelasnya.
Pandangan senada disampaikan praktisi Fitra, Uchok Sky. Ia menilai Panja harus fokus di Badan Anggaran. Segala kegiatan di Badan Anggaran harus dievaluasi.
"Kalau membentuk Panja harus fokusnya ke Badan Anggaran. Jangankan media, Tenaga Ahli saja tidak bisa masuk. Badan anggaran ini apakah legislatif atau eksekutif tidak jelas, karena mereka yang membagikan DPIP, mereka punya anggaran seperti eksekutif," papar Uchok dalam forum yang sama.
Menurutnya apa yang disampaikan Nazaruddin bisa dijadikan salah satu masukan. "Nazaruddin itu tahu semua karena dia itu anggota badan anggaran. Dia menjelaskan cara dia mempermainkan anggaran," jelasnya.
(van/rdf)











































