"Kami minta Kepala Satpol PP DKI Effendi Anas, Satpol PP Jaktim Sarpu dan Walikota bertanggungjawab. Tidak hanya mahasiswa kami, tetapi para warga juga kena pukul," kata koordinator aksi, Mulyadin Permana di depan Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (28/7/2011).
Kejadian di BKT tersebut bermula saat puluhan Satpol PP mau menggusur lahan di bantaran BKT. Tetapi warga dan mahasiswa menolak lantararan persoalan ganti rugi belum selesai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu menunjukan Satpol PP hanya menjadi benalu bagi masyarakat," tandasnya.
Aksi di depan Balaikota ini tidak berlangsung lama, hanya sekitar 30 menit. Mereka berorasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Pendemo sempat mendorong dan hendak mendobrak pagar balaikota namun dicegah aparat kepolisian yang berjaga.
"Kita akan ke walikota Jakarta Timur dengan tuntutan yang sama," ujar para mahasiswa meninggalkan gedung Balaikota pukul 14.50 WIB.
(Ari/rdf)











































