Warga Tolak Penggalian di Gunung Lalakon

Warga Tolak Penggalian di Gunung Lalakon

- detikNews
Kamis, 28 Jul 2011 07:10 WIB
Warga Tolak Penggalian di Gunung Lalakon
Bandung - Pro dan kontra keberadaan 'piramida' di Gunung Lalakon di Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, juga terjadi di warga sekitar. Namun, warga mempersoalkan penggalian yang dilakukan khawatir merusak lingkungan.

Hal itu dituturkan Ketua RW 15 Zakir saat ditemui di kediamannya, Rabu sore (27/7/2011). "Ya di masyarakat menimbulkan pro dan kontra. Masyarakat mah takut, kalau alam diganggu, nanti alam tak bersahabat. Takut longsor lah," ujarnya.

Bahkan, ia mengaku didemo warga sekitar. Akhirnya, Zakir pun meminta para peneliti itu menghentikan penggaliannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baru lima hari menggali, dari hari rabu hingga Minggu. Saya lupa lagi tanggalnya, kalau tidak salah di Bulan Maret," tuturnya.

Zakir mengakui awalnya tak mengira gunung akan digali. Sebab pada awalnya sekelompok mahasiswa dari ITB meminta izin untuk memeriksa tanah di gunung. "Ya, mereka mau periksa kenapa tanah di bawah subur tapi di atas tandus," tutur Zakir.

Namun, dua hari setelah para mahasiswa ITB itu melakukan penelitian di atas gunung, ia mendapat laporan dari warga jika terjadi penggalian. "Baru saya naik ke gunung untuk melihat. Ternyata memang mereka telah menggali," katanya.

Tanah yang digali berbentuk persegi panjang ukuran 7x10 meter dengan kedalaman 7 meter.

"Saat saya tanya kenapa kok digali, mereka bilang katanya di bawah gunung ini ada piramida yang besarnya lebih besar dibandingkan di Mesir," tuturnya.

Cerita ini langsung tersebar di masyarakat. Namun, warga banyak yang tidak percaya. "Ya semua warga mengetahui sejak awal jika gunung Lalakon itu ya gunung dari dulu," tandasnya.

Ketidakpercayaan warga sekitar sempat dilontarkan oleh warga lainnya yang detikcom temui di perjalanan, saat bertanya lokasi Gunung Lalakon.

"Ah teu percaya bapak mah. Bapak teh orang dieu asli, teu aya eta paramida. Ngaririweuh wungkul eta mah (bapak tidak percaya. Bapak asli orang sini, tidak ada piramida. Ini bikin heboh saja-red)," ujar bapak tua berumur sekitar 65 itu.

Gunung Lalakon berada sekitar 40 kilometer lebih dari pusat kota Bandung. Jika sudah mencapai Stadion Si Jalak Harupat, hanya sekitar 2 kilometer lagi menuju kaki gunung.

Untuk mendaki gunung itu ada beberapa rute. Namun sebaiknya melalui rute RW 15 Desa Jelegong. Warga sekitar menempuh pendakian hingga puncak sekitar 1 jam, orang luar bisa jadi lebih dari itu.

(ern/irw)


Berita Terkait