Karyawan Meteor Surabaya Demo Walikota dan Mega-Hasyim

Karyawan Meteor Surabaya Demo Walikota dan Mega-Hasyim

- detikNews
Senin, 28 Jun 2004 11:05 WIB
Surabaya - Sudah 4 bulan tempat kerjanya disegel, karyawan Meteor mendemo Walikota Surabaya dan Posko Mega-Hasyim. Mereka mengancam tidak akan mencoblos Mega-Hasyim.Meteor One Stop Entertainment merupakan tempat hiburan malam berupa diskotek, restoran, pub, dan karaoke. Jantung utama tempat hiburan ini adalah karaoke. Pemkot Surabaya menyegel Karaoke Meteor sejak 4 bulan lalu dengan alasan melanggar jam operasional.Para karyawan Meteor menggelar aksi sejak Rabu 23 Juni 2004. Lokasi aksi adalah DPRD Surabaya, Balai Kota Surabaya, dan Posko Mega-Hasyim jalan Panglima Sudirman Surabaya. Bahkan puluhan karyawan menginap di Balai Kota Surabaya.Hari ini sekitar 500 karyawan kembali menggelar aksinya mulai pukul 08.00 WIB, Senin (28/6/2004). Sebanyak 100 diantaranya adalah karyawan Karaoke Meteor. Lima lokasi menjadi sasaran aksi, yakni Balai Kota Surabaya, jalan Yos Sudarso, Posko Mega-Hasyim, depan Plasa Tunjungan, dan jalan Mayjen Sumpono.Mereka mendesak Walikota Surabaya Bambang DH untuk membuka kembali Karaoke Meteor. Pasalnya sekitar 500 karyawan terancam di-PHK akibat susutnya jumlah pengunjung Meteor One Stop Entertainment."Kita mau menunjukkan kepada masyarakat kalau kita dan keluarga kelaparan karena penghasilannya dipotong pihak manajemen. Bahkan sudah ada karyawan yang dirumahkan," kata Sukadi, karyawan bagian Diskotek Meteor yang ditemui detikcom di jalan Yos Sudarso.Menurut dia, penutupan Karaoke Meteor berimbas pada keluarga karyawan. Bahkan tidak sedikit sepeda motor karyawan yang dibeli secara kredit ditarik dealer karena tidak lagi bisa membayar, lantaran cicilannya menumpuk."Kita ingin agar Karaoke Meteor dibuka kembali. Kalau alasannya melanggar jam operasional, banyak kok tempat hiburan lain yang buka sampai pagi. Ini diskriminasi bagi Meteor," ujar Sukadi.Ditanya mengapa menggelar aksi ke Posko Mega-Hasyim, Sukadi menjelaskan, para karyawan Meteor ingin agar suaranya didengar para petinggi PDIP. Karena Walikota Surabaya Bambang DH merupakan kader PDIP, yakni sebagai ketua DPC PDIP Surabaya."Kader PDIP telah melakukan diskriminasi dan menyengsarakan kami. Bu Mega yang katanya membela rakyat kecil harus dengar. Kalau Karaoke Meteor tak juga dibuka, teman-teman ya tidak akan coblos Mega-Hasyim," tukas Sukadi.Menurut dia, aksi serupa akan digelar hingga 7 hari ke depan. Apalagi jika walikota bersikukuh tidak mau membuka Karaoke Meteor.Beberapa poster diusung karyawan. Antara lain bertuliskan "Bu Mega, kami butuh pekerjaan", "Walikotane bobrok, tempat judi dilegalkan, karaoke ditutup" dan "Diskriminasi adalah pelanggaran HAM berat". (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads