"Semua yang disebut harus dinonaktifkan. Mereka silakan pergi melapor minta diperiksa. Ini dadaku silahkan periksa apa memang bersalah. Tidak usah perlu ditunggu dipanggil. Presiden harus memberi contoh, dia harus bener-bener berani menonaktifkan kadernya," ujar Adnan Buyung Nasution.
Hal tersebut ia sampaikan usai konferensi pers bersama Asosiasi Pilot Garuda di Restoran, Pulau Dua, Jl Gatot Subroto, Rabu (27/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia kan bendahara utama, bendum di PD artinya kan dia bawah langsung ketum dan SBY. Tentu dia dapat perintah kan untuk cari uang buat partai, dia cari dengan segala cara dia dan uang itu sudah diserahkan dan sudah dipakai oleh petinggi partai dan tiba-tiba ada masalah seperti ini dan semua lepas tangan, dan dia dikorbankan sendiri dan ini saya rasa tidak fair," katanya.
Beberapa politikus PD disebut-sebut menerima aliran dana proyek wisma atlet. Selain Ketua Umum Anas Urbaningrum, juga ada Angelina Sondakh dan Mirwan Amir. Mereka sudah membantah tudingan Nazaruddin itu.
(adi/ndr)










































