"Gadut takut dimarahi kalau habis berkelahi dengan kucing lain," kata suami Sumratun, Ali, di kediamannya di Kampung Marunda Kongsi, RT 4 RW 7, Jakarta Utara, Rabu (27/7/2011).
Ali menceritakan, Gadut pernah berkelahi dengan kucing lain hingga tubuhnya berlumuran lumpur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat hendak diancam dipukul, kata Ali, Gadut hanya diam dan kepalanya menunduk. "Dia tidak lari tapi kepalanya menunduk seperti menyerahkan nyawanya saja. Gadut tidak pukul karena kasihan juga," ujar Ali.
Tidak hanya itu, lanjut Ali, Gadut tanpa malu-malu sering buang angin di depan orang-orang yang dikenalnya. "Broot ! bunyinya kayak itu dan dia sering kayak begitu, seperti manusia saja," kata Ali.
Dalam kesempatan yang sama, Sumratun mengaku sedih apabila kucing kesayangannya jatuh sakit. "Saya menangis karena takut dia meninggal. Dia itu temanin saya dan keluarga ini dalam keadaan lapar hingga ada rejeki," papar Sumratun.
Seekor kucing sering menyusu kepada seorang nenek berumur 53 tahun. Kini kucing itu sudah berumur 3 tahun.
Nama kucing tersebut Gadut, milik Sumratun (53) warga Kampung Marunda Kongsi, RT 4 RW 7, Jakarta Utara.
Nama Gadut dari bahasa Madura berarti gemuk. Menurut Sumratun, Gadut datang dengan tiba-tiba. Saat itu, ia sedang berbaring rumah kontrakannya dan tiba-tiba Gadut datang dan langsung menyusu.
"Tiba-tiba saja dia menyusu, dia saat itu masih orok baru lahir," ujar Sumratun.
(fiq/aan)











































