"Jumlah idealnya insinyur di Indonesia dengan program yang ada kira-kira 600 insinyur per satu juta penduduk. Itu target yang ingin kita capai," ujar Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) usai bertemu Wapres Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (27/7/2011).
Said mengungkapkan, jumlah insinyur di Indonesia saat ini hanya sekitar 163 insinyur per satu juta penduduk. Jumlah ini menjadikan Indonesia sebaai negara kedua di Asia Tenggara yang punya insinyur sedikit, selain Thailand yang jumlah insinyurnya 135 per satu juta penduduk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara-negara yang mempunyai daya saing tinggi ternyata memang berkolerasi positif dengan jumlah insinyur. Seperti Korsel yang kita tahu daya saingnya tinggi sekali itu persatu juta penduduk ada 836 insinyur," terang matan Sekretaris Kementerian BUMN ini.
"Demikian pula dengan Cina, 456 per satu juta penduduk. Bayangkan banyaknya insinyur di Cina dengan 1,5 miliar jumlah penduduknya. Luar biasa jumlah penduduknya," tambah Said.
Said lalu menjelaskan penyebab negara adi kuasa Amerika Serikat (AS) yang sekarang daya saingnya menurun, disebabkan jumlah insinyurnya menurun. Jumlah insinyur di AS memang jauh menurun di bawah Cina dan India.
"Kenapa perusahaan-perusahaan Amerika banyak ke India? Karena mengejar insinyur. Karena insinyur mereka menurun. Malaysia 267 perjuta penduduk, Vietnam 282," papar Pria asal Sulsel ini.
(gun/mad)











































