Pantauan detikcom, Rabu (27/7/2011), kepadatan sudah mulai terlihat sejak pukul 10.00 WIB. Jalan Diponegoro tersendat karena satu jalur jalan digunakan untuk parkir mobil. Kendaraan dari arah jalan Proklamasi harus berjalan pelan melewati area aksi damai tersebut.
"Kalau bisa lurus saja, lewat jalan Surabaya saja menghindari kepadatan," kata seorang petugas lapangan.
Sebelumnya, aksi tersebut diwarnai dengan puluhan miniatur nisan berukuran satu telapak tangan bayi yang terbuat dari kertas. Pada nisan itu tertulis berbagai daftar pelanggaran HAM, kekerasan dan penculikan selama Orde Baru. Para korban 27 Juli yang masih hidup terlihat menebar bunga di atas nisan tersebut sebagai tanda duka.
"Banyak korban tidak ada yang bertanggungjawab. Apakah ini negara yang kita inginkan ?" tukas seorang pendemo dari atas panggung.
(nal/nal)











































