"Saya sambut positif rencana itu dan tidak ada alasan untuk keberatan karena dalam undang-undang dimungkinkan juga ada operator lain selain PT KAI, bisa BUMN, BUMD atau swasta," papar Kepala Humas PT KAI, Sugeng Priyono, kepada detikcom, Rabu (27/7/2011).
Sugeng mengatakan PT KAI saat ini sangat membutuhkan investor yang kuat guna memperbaiki pelayanannya baik dari saran maupun prasarana sebab untuk menghasilkan layanan yang maksimal PT KAI tidak bisa melakukannya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin setelah 2013 nanti, kita akan lebih serius dengan masalah kerja sama dengan Pemprov DKI," kata Sugeng.
Ketika ditanya berapa besar dana invetasi yang diharapkan PT KAI, Sugeng belum bisa menggambarkan. Ia berharap Pemprov DKI Jakarta mau berinvestasi dalam pengadaan gerbong kereta api Jabodetabek.
"Kalau berapanya saya rasa pembahasannya belum sampai ke situ karena ini masih sangat prematur sekali," ujarnya.
Menurut dia, belum ada investor lainnya yang menawarkan diri untuk berinvestasi angkutan massal ini. "Karena memang berinvestasi di kereta api itu nilainya sangat besar sekali," kata Sugeng.
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya Pemprov DKI telah mengirimkan surat ke Kementerian Perhubungan untuk melakukan invetasi di PT KAI.
"Untuk memperbaiki pelayanan KRL, kita siap mengucurkan dana, dan keinginan tersebut telah disetujui," ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Senin 25 Juli.
Persetujuan dari Kemenhub telah diterima Pemprov DKI sejak awal tahun 2011. Hanya saja, kerja sama ini belum bisa terlaksana karena masih diproses di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
(lia/aan)










































