Pengelola TransJ Dampingi Perempuan Korban Pelecehan Seksual

Pengelola TransJ Dampingi Perempuan Korban Pelecehan Seksual

- detikNews
Rabu, 27 Jul 2011 08:02 WIB
Pengelola TransJ Dampingi Perempuan Korban Pelecehan Seksual
Jakarta - Wanita berinisial S menjadi korban pelecehan seksual di bus TransJakarta saat menumpang bus rute Kp Melayu-Ancol. Pihak BLU TransJ akan mengawal proses hukum terhadap setiap korban perbuatan asusila itu.

"Saya sudah mendapat laporan dari lapangan tentang kejadian itu. Kami sedang mempelajarinya. Kami akan memberikan dukungan sepenuhnya, kalau petugas kami dijadikan saksi pun semua siap memberikan kesaksian," kata Kepala BLU TransJakarta M Akbar saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (8/5/2011).

Akbar menuturkan, saat ini petugas di bus TransJ mendapat tugas baru yakni memantau gerak-gerik penumpang yang mencurigakan. Kalau ada penumpang wanita yang mengeluhkan adanya pelecehan seksual, petugas akan langsung menggelandang pelaku ke kantor polisi terdekat.

"Kami menempatkan petugas untuk pengamanan. Artinya petugas itu selain untuk mengatur penumpang dalam bus juga mengawasi penumpang, misalnya adanya tindakan tidak terpuji. Itu bentuk pelayanan yang kami sediakan," terangnya.

Penumpang wanita diimbau untuk berteriak jika merasa mendapat pelecehan seksual. "Supaya banyak penumpang dan petugas kami segera mengetahuinya," tegasnya.

S (24), salah seorang karyawati sebuah kantor pengacara, mengalami pelecehan seksual di bus TransJ pada Selasa (27/7) malam. S saat itu hendak pulang ke kediamannya di kawasan Cipinang Muara malam. Kondisi bus koridor Ancol-Kampung Melayu yang ditumpangi S saat itu penuh sesak.

Dalam keadaan penuh sesak itu, S merasa ada sesuatu yang menganggunya. Seorang pria terlihat terus menggeser badannya mendekati S. Pria tersebut diketahui berinisial MH (44). MH mendesak-desak S dan mencolek-colek tangannya sambil menatap dengan nakal.

Setibanya di Terminal Kampung Melayu, S langsung melaporkan peristiwa tidak mengenakkan tersebut kepada petugas keamanan TransJ. Petugas langsung mengamankan MH dan membawanya ke Mapolsek Jatinegara.

Kepada petugas MH membantah tuduhan S yang menyebut dirinya melakukan tatapan yang melecehkan. Meski demikian, polisi tetap menindaklanjuti laporan S dan meyerahkan laporan tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak di Mapolres Jakarta Timur.

(van/nrl)


Berita Terkait