Maklum, Bobis merupakan peselancar yang cukup dikenal di Long Beach, New York, Amerika Serikat (AS), dan bahkan pendiri Long Beach Surfer's Association. Demikian dilansir Long Beach Patch, Selasa (26/7/2011).
Luke Hamlet, pemilik Long Beach Surf Shop, misalnya, mengenal Bobis saat masih anak-anak hingga dia mendirikan toko yang berkaitan dengan selancar ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa peselancar terkejut akan hilangnya Bobis di Indonesia, karena Bobis dikenal sangat baik dalam kemampuannya berselancar. "Kalau ada seseorang yang tahu kondisi (pantai dan ombak) di seluruh dunia, itu adalah dia," ujar Hamlet.
Peselancar Long Beac lainnya, TJ Gumiela, mengatakan sangat mengenal Bobis karena hampir tiap hari dia berselancar di Laurelton, Queens, New York. "Dia pria yang sangat baik dan sangat tahu bagaimana berselancar. Saya tidak tahu apa yang terjadi," jelas Gumiela.
Pengelola Unsound Surf Shop Dave Juan mengatakan semua orang mendukung istri Bobis dan keluarganya. "Kami bisa membayangkan bagaimana Rachel saat ini. Dia ini (Bobis) adalah seseorang yang saya tak bisa ingat berselancar tanpa badai. Semua anak-anak tersentuh dan tersenyum karena dia," jelas Juan.
Peselancar Ed Uehlinger, yang mengetahui kiprah Bobis terhadap anak-anak, mengatakan Bobis adalah pria yang baik yang ramah bagi anak-anak.
"Bahkan anak-anak yang tidak bisa berselancar pun mencintainya karena dia salah satu guru yang bisa mendengar curhatan mereka. Dia berhubungan baik dengan anak-anak, itu sangat menyedihkan," jelas Uehlinger.
Mereka menggalang dana untuk mendanai keluarga inti Bobis lainnya, yang rencananya akan ke Indonesia, menyewa helikopter dan hal-hal lain yang berkaitan dengan proses pencarian.
Donasi bisa diserahkan melalui Paypal.com, atau untuk konfirmasi donasi dana bisa diemail ke DannyBobisFund@Gmail.com. Semua donasi langsung diserahkan ke keluarga Bobis.
Teman atau kerabat yang ingin menolong atau mencari tahu Bobis diminta menghubungi Kedubes AS di Jakarta.
Bobis hilang saat 'mengendarai ombak' pada Minggu 24 Juli 2011 sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu ada gelombang setinggi 12 kaki, demikian dilansir New York Post, Selasa (26/7/2011).
Seperti diceritakan teman Bobis, Brian Lonergan (32), Minggu pagi itu seperti pagi-pagi sebelumnya. "Danny mengambil ombak sebelum saya. Saya tidak bisa melihatnya dan beberapa menit kemudian, papannya saya lihat terdampar di pantai," ujar Lonergan sambil menangis kepada New York Post.
Lonergan bersama istri Bobis, Rachel (28), dan pemilik penginapan peselancar (surf camp) Krui Damai Bungalow, Jason King, lalu menyusuri pantai untuk mencari Bobis. Namun sampai malam menjelang, pencarian itu nihil.
detikcom mencoba menghubungi telepon selular Rachel Bobis, namun yang menerima adalah Ayu, salah satu pengelola Damai Bungalow, tempat Rachel dan Bobis menginap.
"Rachel sedang tidak ada di tempat. Lokal SAR, Kepolisian, nelayan dan yang bersangkutan juga dengan helikopter, tadi pagi searching 1 jam namun sampai saat ini belum ditemukan," ujar Ayu ketika dihubungi pada Selasa (26/7/2011).
(nwk/nrl)











































