Yuk, Intip 156 Kereta Lebaran yang 'Dibedah' di Balai Yasa

Yuk, Intip 156 Kereta Lebaran yang 'Dibedah' di Balai Yasa

- detikNews
Selasa, 26 Jul 2011 15:11 WIB
Yuk, Intip 156 Kereta Lebaran yang Dibedah di Balai Yasa
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berbenah menghadapi lebaran bulan depan. Sekitar 156 kereta yang nantinya akan digunakan untuk mengangkut penumpang sedang di perbaiki di bengkel khusus kereta api.

156 Kereta ini diperbaiki di bengkel khusus perbaikan dan perawatan milik PT KAI. Bengkel ini dikenal dengan nama Balai Yasa yang terletak di Jl Bukit Duri Utara, Manggarai, Jakarta Selatan.

Menurut kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Balai Yasa, Djoko Hardianto, 156 kereta itu diharapkan selesai pada H-10 jelang lebaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain itu ada juga 88 KRL yang sedang kita perbaiki," ujar Djoko saat menerima kunjungan wartawan di Balai Yasa Manggarai, Jakarta, Selasa (26/7/2011).

Balai Yasa ini adalah tempat perbaikan untuk kereta yang mengalami kerusakan terparah. Di Indonesia ada 3 Balai Yasa yaitu di Jakarta, Gubeng Surabaya dan Tegal. Khusus untuk Jakarta, Balai Yasa ini membawahi tiga depo yaitu Bukit Duri, Depok dan Bogor.

Balai Yasa ini memiliki luas 139.600 meter persegi dengan luas bangunan 55.600 meter persegi memiliki panjang track yang ada di dalamnya sekitar 15.000 meter. Pada Balai Yasa kereta dirawat sesuai jenisnya, yaitu KRL dan KA antar provinsi.

Kereta-kereta yang menjalani pemeliharaan di Balai Yasa meliputi perbaikan gerbong, roda, sampai pengecatan dan interior. "Biasanya untuk satu kereta itu mulai dari pengerjaan awal sampai pengoperasian kembali memakan waktu 1 bulan, dan perharinya ada 4 gerbong yang dikerjakan," ceritanya.

Ada pun tahapan kerja perbaikan kereta, lanjut Djoko, mulai dari pengecekan body, lalu dipreteli, kemudian konstruksinya yang rapuh dan berkarat diganti. Setelah itu, as roda kereta diuji coba melalui clark detector.

"Seluruh komponen juga kita periksa, lalu kita test kebocoran, perbaikan gerbong, dan kita lakukan uji track, lalu perawatan," jelasnya

Balai Yasa memiliki tiga fokus perbaikan dan dikerjakan oleh sedikitnya 800 karyawan.
"Fokus pengerjaan di sini adalah, rangka bawah, interior, dan eksterior," imbuhnya.

Djoko mengatakna kerusakan yang paling banyak terjadi adalah pada bagian interior. Menurutnya penyebab kerusakan karena ulah penumpang jail. "Misalnya penumpang yang naik ke atap itu suka jail, kabel-kabelnya ada yang mainin akibatnya kadang AC sering rusak," keluhnya.

Sebenarnya, lanjut Djoko, perawatan ini bukan hanya menjelang lebaran saja. Perawatan dan pengecekan memang rutin dilakukan. "Setiap hari secara periodik kita periksa," janjinya.

(nal/nal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini