"Di negara-negara lain, pilot asing gajinya lebih tinggi dibanding lokal. Pilot asing tidak mendapat tunjangan kesehatan dan di sini mereka juga tidak mendapatkan THR," ujar Capt. Manotar Napitupulu, dalam keterangannya di Penang Bistro, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2011).
Dirinya menduga perbedaan kompomen gaji tersebut kurang diketahui rekan-rekannya sesama pilot di Garuda Indonesia. Tapi bila memang Asosiasi Pilot Garuda (APG) menginginkan persamaan gaji, hendaknya tetap melakukan negoisasi dengan pihak menajemen dan bukan dengan mengancam melakukan aksi mogok terbang.
"Kami imbau rekan-rekan pengurus APG mencari solusi dengan kepala dingin, ini bukan soal menang atau kalah. Belum mogok saja dampaknya sudah cukup besar, harga saham Garuda langsung turun," jelas pilot senior pesawat Airbus A330 itu.
Lebih lanjut dikatakannya, jumlah pilot yang menolak aksi mogok kerja sekitar 400 orang atau separuh dari jumlah pilot Garuda Indonesia. Manotar menegaskan, para pilot yang menolak aksi mogok akan tetap menerbangkan pesawat sesuai jadwal pada 28 Juli 2011.
"Kami akan tetap terbang seperti biasa. Teman-teman yang mogok terbang tidak punya hak menghalangi kami," tegas mantan Presiden APG itu.
Keterangan pers atas nama Pilot Peduli Garuda Indonesia siang ini, Manotar sampaikan bersama empat pilot senior lainnya. Mereka adalah Robert Moningka (kapten pilot Boeing 747), Rosihan Makmur (kapten pilot Airbus A330), Joko Sugihartono (kapten pilot Airbus A330) dan Burhanudin (kapten pilot Airbus A330).
Akhir pekan lalu Presiden APG, Kapten Stephanus mengatakan pada 28 Juli mendatang, seluruh pilot Garuda yang berjumlah 800 orang akan melakukan mogok terbang. Mogok terbang dilakukan 28 Juli mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB. Tak cuma APG, Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi), juga ikut dalam mogok massal tersebut.
Ancaman tersebut akan dilaksanakan jika mediasi tentang perjanjian bekerja sama (PKB), dengan jajaran direksi Garuda tidak menemukan titik temu. APG menuntut kesetaraan gaji antara pilot asing dan lokal.
Sementara, manajemen Garuda menawarkan para pilot untuk duduk bersama. Kemenhub juga siap memediasi kedua kubu.
(lh/nrl)











































