"Mengimbau warga Muhammadiyah dapat memahami, menghargai, dan menghormati adanya perbedaan tersebut serta menjunjung tinggi keutuhan, kemaslahatan, ukhuwah, dan toleransi sesuai dengan keyakinan masing-masing, disertai kearifan dan kedewasaan serta nilai ibadah itu sendiri," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin lewat rilis yang diterima detikcom, Senin (25/7/2011).
Din mengimbau kepada segenap kaum Muslimin untuk menjadikan bulan Ramadan
sebagai momentum untuk melakukan introspeksi atas segala kesalahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk semua pihak, terutama industri hiburan, baik yang hadir melalui media cetak, elektronik, maupun pranata lainnya, agar lebih mengedepankan nilai-nilai moral dan kebaikan, serta tidak menjual komoditi pornografi.
"Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci Ramadan dan sebagai pertanggungjawaban terhadap masa depan kehidupan di negara yang penduduknya dikenal relijius sebagaimana selama ini. Membangun hubungan antar sesama secara harmonis dan menjauhkan diri dari benih-benih konflik serta permusuhan," terang Din.
(fiq/vta)











































