"Saat itu, OC Kaligis masuk ke ruangan saya," cerita Suhadi di depan panelis seleksi Calon Hakim Agung (CHA) di kantor KY, Jalan Kramat Raya, Senin, (25/7/2011).
Setelah berbincang- bincang sejenak, OC Kaligis langsung berbicara pokok perkara. Setelah itu dia menyodorkan sejumlah uang yang di bungkus dalam amplop.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapat nada tinggi ini, OC Kaligis langsung ngeloyor pergi. Suhadi mengklarifikasi hal tersebut karena ada laporan dari masyarakat jika dia mengusir OC Kaligis.
"Saya tidak mengusir. Tapi ceritanya seperti itu," aku Suhadi.
Meski Suhadi pernah menolak suap OC Kaligis, tapi Komisi Yudisial (KY) mengaku kecewa karena Suhadi pernah menerima hadian mesin faksimili dari pengacara. Suhadi berdalih menerima mesik faksimili untuk kepentingan administrasi pengadilan.
"Waktu itu habis eksekusi delegasi dari PT Bandung. Usai eksekusi, pengacara tanya, apa yang bisa saya bantu Lalu saya bilang PN masih terkendala kalau mengirimkan berkas tahanan ke PT. Tiba- tiba saja, besoknya ada mesin fax," bela Suhadi.
OC Kaligis yang dihubungi detikcom untuk dikonfirmasi tidak mengangkat telepon selulernya. SMS yang dikirim detikcom pun tidak berbalas.
(asp/ndr)











































