Gara-Gara Cara Berjalan, Pemuda di Palembang Tawuran
Senin, 28 Jun 2004 00:34 WIB
Palembang - Gara-gara cara berjalan yang dinilai "sombong" dua kelompok pemuda saling serang di sebuah lapangan Perumahan Griya Permai, Karang Anyar, Gandus, Palembang Minggu (27/6/2004) sekitar pukul 18.00. Akibatnya Sandi (17), warga Jl Habibullah Jasa Musi, RT 10, Karang Anyar, menderita luka tusuk pada punggung.Tapi satu dari sepuluh orang yang diduga melakukan penusukan terhadap Sandi, yakni Aris Munandar (14) warga Kelurahan Gandus, tak beberapa lama dari peristiwa itu ditangkap petugas Polsek Gandus, saat duduk santai di acara organ tunggal yang digelar warga Gandus. Menurut Sandi(27/6/2004) di rumah sakit Moehammad Hoesin Palembang, peristiwa itu bermula ketika Aris bersama lima temannya datang ke rumah Hendra, yang merayakan ulang tahun. Di tengah suasana pesta salah seorang pelaku mendatangi dirinya dan mengatakan kalau jalan jangan suka sombong. Dibilang seperti itu, Sandi menjawab "memangnya mau apa". Hal ini ternyata membuat pelaku kesal dan memukul korban. Melihat Sandi dipukul, teman-temannya tidak terima dan membalas memukul pelaku. Mendadak suasana pesta menjadi kisruh, hingga masing-masing kubu kedua pemuda itu keluar rumah. Tak puas berkelahi dalam rumah, kelompok Sandi yang berjumlah enam orang langsung bergumul dengan kelompok Aris yang berjumlah sekitar 10 orang. Saling pukul tak dapat terelakkan. Warga setempat melihat peristiwa itu berusaha melerai kedua kelompok itu. Namun saat itu salah seorang dari kelompok Aris, dengan pisau terhunus langsung menusuk Sandi dari belakang, tepat mengenai tulang punggung. Melihat punggung korban luka para pelaku bukannya kabur malah masih sempat menantang. Sebaliknya Sandi cs tak lagi menghiraukan tantangan itu, mereka sibuk mengurusi Sandi dan melapor ke Polsek Gandus. Petugas mendapatkan laporan langsung melakukan pencarian, dan berhasil menangkap salah seorang pelaku di pesta organ tunggal.
(jon/)











































