"Kami berkomitmen berpegang teguh pada konstitusi bahwa sistem kita Presidensil, lima tahun baik eksekutif maupun legislatif. Jadi kita jaga lima tahunan kecuali ada pelanggaran konstitusi," kata Ketua PBNU Said Aqil Siraj di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (25/7/2011).
Namun saat ditanya apakah saat ini Ormas Islam melihat ada upaya-upaya dari pihak-pihak tertentu untuk menjegal kepemimpinan nasional, Said Aqil tidak menjawab dengan tegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Agama Sauryadharma Ali saat ditanya tentang hal ini menyatakan, ormas-ormas tersebut hanya ingin menjalankan konstitusi saja.
"Jadi disampaikan oleh pimpinan 12 ormas pada intinya adalah ormas-ormas ini menjunjung tinggi konstitusi. Kalau kepemimpinan 5 tahun, maka harus konsisten, itu legislatif atau eksekutif. Mereka bersama-sama ingin menjaga keberlangsungan konstitusi agar tidak terganggu di tengah jalan," papar Surya.
Saat ditanya tanggapan SBY mengenai dukungan tersebut, Suryadharma menginggatkan akan menindak tegas orang yang menggangu NKRI. "Presiden menjawab siapa pun yang mencoba-coba mengganggu NKRI, maka negara akan menghadapi dengan tegas," katanya.
(nal/nal)










































