"Operasi pasar beras ini dilakukan untuk meredam kenaikan harga beras di tingkat konsumen," ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2011).
Operasi pasar akan digelar di 5 wilayah ibukota. Harga beras di tingkat eceran di Jakarta cenderung naik sejak minggu pertama hingga minggu ketiga di bulan Juli. Rata-rata kenaikan mencapai 0,78 persen sampai dengan 3,39 persen.
Selain beras, kenaikan harga juga terjadi pada komoditi daging sapi, minyak goreng curah, dan tepung terigu. Sedangkan harga cabai dan bawang merah justru menurun.
Agar operasi ini berjalan lancar, Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan Perum Bulog Divisi Regional DKI Jakarta.
Pria yang akrab disapa Foke ini memastikan masyarakat Jakarta tidak akan kesusahan mendapatkan beras, karena distribusinya masih cukup lancar.
"Kita terus berupaya untuk menjamin kelancaran distribusi dan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau," janji Foke.
Dikatakan dia, inspeksi mendadak (sidak) juga akan dilakukan di gudang-gudang tempat pengumpulan beras untuk memastikan ketersediaan beras sampai Lebaran nanti dalam keadaan aman.
"Kita juga akan lakukan inspeksi mendadak terkait pangan ke pasar-pasar dan gudang pengumpul untuk menjaga stabilitas pasokan serta mengurangi spekulasi yang dapat mengganggu stabilitas harga," papar Foke.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Administrasi Sekda Provinsi DKI Jakarta, Hasan Basri Saleh menambahkan Pemprov DKI Jakarta juga akan menggelar pasar murah dan pasar rakyat.
Pasar rakyat akan diadakan di kawasan Lapangan Ros, Kelurahan Serdang, Jakarta Pusat pada tanggal 26 hingga 27 Juli. Selain itu, pasar murah digelar di Lapangan Sukatani, Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan pada 3 dan 4 Agustus 2011.
"Komoditi yang disediakan minyak goreng 20.000 ton, 2.500 paket sembako @ Rp 20.000/paket dari harga Rp 40.000, dan beras seharga Rp 6.300/kg," kata Hasan.
(lia/aan)











































