"Atas nama pemerintah, negara dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan rasa duka cita kepada pemerintah dan rakyat Norwegia atas terjadinya serangan kembar terorisme yang dilaksanakan di Kota Oslo dan juga di Pulau Otoeya yang mengakibatkan korban jiwa sebanyak 93 orang dan luka-luka berat atau pun ringan lebih dari 90 orang," papar SBY.
Hal ini disampaikan SBY dalam jumpa pers di kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Utara (25/7/2011).
SBY menuturkan, Indonesia mengutuk aksi-aksi terorisme yang tidak berperikemanusiaan seperti itu.
"Ini juga sekaligus membuktikan bahwa aksi-aksi terorisme dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan dilakukan oleh kelompok mana pun, tidak terbebas dari agama, suku, bangsa atau pun identitas-identitas yang lain. Terorisme adalah terorisme," ujar SBY.
Menurut dia, hubungan bilateral antara Indonesia dan Norwegia amat dekat dan kuat. Indonesia dan Norwegia juga berpendapat sama bahwa kita harus menghormati agama, berikut norma dan nilai-nilai yang dianutnya.
"Kita patut memetik pelajaran dari apa yang terjadi di Norwegia. Sebuah negara makmur, tenang damai, ternyata tidak terbebas dari ancaman terorisme dan aksi-aksi kekerasan yang tidak berperikemanusiaan," kata SBY.
Untuk itu, SBY menyeru pada seluruh rakyat Indonesia agar tidak mengabaikan unsur keselamatan dan keamanan. Aparat keamanan lebih utama melakukan aksi-aksi pencegahan dan penangkalan terhadap terorisme di negeri ini.
"Kunci keberhasilan menanggulangi terorisme adalah kemitraan kerjasama yang baik antara negara dan masyarakat, aparat keamanan dgn dukungan masyarakat luas," ujar SBY.
(aan/nrl)











































