Menolak Digusur, Seorang Kakek Panjat Atap Warungnya di BKT

Menolak Digusur, Seorang Kakek Panjat Atap Warungnya di BKT

- detikNews
Senin, 25 Jul 2011 15:04 WIB
Menolak Digusur, Seorang Kakek Panjat Atap Warungnya di BKT
Jakarta - Ada-ada saja ulah seorang kakek pemilik warung di tepi Banjir Kanal Timur, Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), ini. Ia nekad naik ke atap warungnya karena menolak penggusuran yang hendak dilakukan oleh Satpol PP.

Senin (25/7/2011) ini ratusan personel Satpol PP Jaktim melakukan penertiban bangunan di sepanjang aliran BKT. Rencananya, Pemprov DKI Jakarta akan membangun jalan raya untuk menghubungkan Cakung-Cilincing di lahan bekas penggusuran itu.

Kepala Satpol PP Jaktim, Sarpu, mengatakan, pihaknya telah mengingatkan pemilik bangunan agar mengosongkan lahan hingga tanggal 22 Juli yang lalu. Namun, imbauan itu rupanya tidak dipatuhi. Akhirnya petugas terpaksa melakukan pembongkaran.

Pembongkaran pertama dilakukan di Jl Irigasi. Di lokasi tersebut, terdapat 3 ruko berlantai 2 yang masih tegak berdiri. Mengerahkan satu unit alat berat, bagunan tersebut dirobohkan hingga rata dengan tanah.

Lalu, para personel Satpol PP bergerak ke Jembatan BKT. Nah, di lokasi inilah terdapat sebuah warung berdinding tripleks yang dihuni sang kakek. Kakek yang biasa disapa "Pak Haji" itu menjual kopi dan aneka makanan ringan di warungnya.

Tahu warung kesayangannya akan dirobohkan, kakek berkulit legam dan berkaus warna belang-belang itu pun mengamuk. Ia bahkan nekat naik ke atap warung yang terbuat dari seng. Dari situ, ia melempari Satpol PP dengan batu-batu besar.

"Mana duit yang kalian mau bayar? Ini harta saya satu-satunya," teriaknya kepada petugas.

Namun, amarah kakek tersebut langsung dibendung oleh petugas Satpol PP. Setelah 10 menit bertahan di atap warungnya, ia turun setelah dipaksa petugas. Eksekusi penggusuran tetap berlanjut. Kakek itu hanya bisa meratapi warungnya yang dirobohkan dengan muka sedih.

(irw/irw)


Berita Terkait