Antisipasi Calo, Polisi Disiagakan di Stasiun KA

Antisipasi Calo, Polisi Disiagakan di Stasiun KA

- detikNews
Senin, 25 Jul 2011 14:40 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya akan mengamankan lokasi penjualan tiket mudik lebaran dari calo. Anggota kepolisian telah disiagakan di stasiun-stasiun kereta untuk mencegah terjadinya percaloan.

"Kepolisian sudah ada melakukan koordinasi khsusus dengan PT KAI, terutama ke stasiun induknya di Gambir dalam rangka untuk mengantisipasi adanya calo-calo tiket," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar kepada wartawan di Mapolda Metro, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (25/7/2011).

Bahkan, kata Baharudin, polisi dan petugas khusus PT KAI telah menggelar razia di sejumlah stasiun. Baharudin menegaskan, jika ditemukan adanya praktik percaloan maka akan ditindak tegas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau memang ditemukan akan ditindak. Bahkan oleh PT KAI dan Polisi Khusus setempat sudah menindaknya," katanya.

Mereka yang terlibat praktik percaloan dapat dijerat UU Konsumen, UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkereta Apian dengan ancaman pidana kurungan selama enam bulan penjara. Ia menambahkan, para calo tiket juga bisa dijerat dengan pasal pidana.

"Tapi bisa juga dijerat pasal pemalsuan di KUHP karena calo tersebut membeli tiket lalu dia memasukan nama orang lain di tiket tersebut," kata dia.

Dalam minggu kemarin saja, polisi bersama dengan polisi khusus (Polsus) PT KAI telah menangkap 30 calo tiket kereta. Namun, para pelaku hanya didata saja.

"Mereka sudah difoto dan buat surat pernyataan tidak akan menjual tiket lagi," katanya.

Keterangan para calo tiket, mereka mengaku melakukan praktik percaloan sendiri, tanpa ada keterlibatan oknum PT KAI. Modus calo-calo itu dengan membeli tiket setiap hari ke loket lalu menjual kembali tiket tersebut ke orang lain.

"Harganya berapa saya belum tahu. Tapi seharusnya, berdasarkan prosedur kalau beli tiket harus sudah diberi nama sesuai KTP," ujar dia.

Terkait maraknya penawaran tiket melalui pesan singkat (SMS), Baharudin meminta masyarakat melaporkannya ke pihak kepolisian. "Kalau ada laporkan saja ke polisi biar ditelusuri dan kita tangkap," tegas dia.

Baharudin mengatakan, kegiatan para calo ini akan terus marak menjelang Ramadan. Hal ini karena pengguna angkutan umum seperti kereta, bus, kapal laut, dan pesawat semakin meningkat.

Selain di stasiun kereta api, pengamanan juga dilakukan di terminal, pelabuhan, dan bandara. Tempat-tempat persinggahan yang menjadi konsentrasi massa juga menjadi perhatian kepolisian dalam pengamanan selama Ramadan.

"Tempat-tempat itu rawan praktik calo," ucapnya.

(nal/nal)


Berita Terkait