Dukung Wiranto-Solah, PKB Ingin Jatah 4 Menteri
Minggu, 27 Jun 2004 15:49 WIB
Semarang - Ketua LPP (Lembaga Pemenangan Pemilu) DPP PKB Khofifah Indar Parawansa mengaku warga PKB butuh 4 menteri untuk memperkuat posisi jami'ah nahdliyin-nya. Keempat menteri itu adalah menteri pertanian, menteri kesehatan, menperindag, dan mendiknas."Sebetulnya sih lebih dari itu. Terlampau kecil kalau hanya dapat 4 menteri. Yang terang, kebutuhan warga nahdliyin ya pada bidang-bidang itu. Pada empat bidang itu kita lemah," tutur Khofifah seusai memberi pembekalan pada PPKB se - Jateng dalam acara Konsolidasi dan Pemantapan Pemenangan Pilpres 2004 di Kantor DPW PKB Jateng, Semarang, Minggu (27/06/2004).Dikatakan Khofifah, permintaan PKB itu muncul setelah Tim 9 bertemu Gus Solah beberapa waktu lalu. Gus Solah pada saat itu mengatakan PKB akan memperoleh jatah pos penegakan HAM dan korupsi. Tapi PKB tidak mau karena hal itu jauh dari kebutuhan warga nahdliyin."Warga NU kebanyakan kan ada pada jalur pertanian dan perdagangan. Mereka butuh bantuan untuk berkembang. Pada bisang kesehatan dan pendidikan kita juga masih lemah, sehingga wajar kalau kita berharap dapat empat menteri itu," kata mantan menteri pemberdayaan perempuan ini. Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa permintaan jatah menteri itu bukan berarti NU akan menguasai sepenuhnya bidang-bidang itu. Menteri dari NU tidak hanya memikirkan jami'ah-nya, tapi juga semua kelompok.Ketika ditanya apa sudah ada kesepakatan dengan Gus Solah, dia mengatakan belum. Tapi, hal itu sudah disampaikan pada adik Gus Dur secara langsung. "Kita juga tunggu Gus Dur. Dia bukan tipe orang yang suka politik dagang sapi, makanya ia belum mengatakan sedikit pun tentang menteri," terang Khofifah.Koalisi Golkar-PKB Tidak SederhanaKhofifah menyadari koalisi Partai Golkar - PKB yang memasangkan Wiranto dan Gus Solah bukan persoalan sederhana. Sampai kini, sebagian warga PKB masih belum bisa menerima sepenuhnya koalisi itu."Makanya kita terus mengadakan konsolidasi internal. Di beberapa daerah masih ada penolakan terhadap koalisi itu. Kalau di Jateng sudah lumayan. Kita berharap pada 5 Juli mendatang, warga sudah mantap pilih Wiranto - Gus Solah," papar Khofifah yang juga Ketua PP Muslimat NU.Apalagi, lanjutnya, ada sosok NU lain yang juga maju sebagai cawapres. Hal itu membuat warga terlihat bimbang dalam menentukan pilihan. Sampai kini, mereka masih mencari equiliberum baru. "Untung saja, Gus Dur mengisyaratkan warga NU untuk memilih Wiranto - Gus Solah. Soalnya, kalau dia tetap bersikeras untuk menyatakan golput, itu bisa membahayakan posisi suara warganahdliyin," terang Khofifah.Dalam acara yang dihadiri pimpinan 35 DPC PPKB dan Muslimat NU se- Jateng, Khofifah membeberkan alasan-alasan Gus Solah berpasangan dengan Wiranto. Dia juga secara langsung meminta warga nahdliyin memilih Wiranto - Gus Solah pada 5 Juli mendatang. Juga, menyebarkan sosok duet itu ke semua kalangan.
(asy/)











































