"Pejabat teritorial, Kapolres, Dandim, Kejaksaan dikoordinasikan agar lebih waspada dalam aksi-aksi teror, agar pencegahan lebih bersinergi. Ini realisasi Inpres bulan April lalu," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai dalam rakor penanggulangan terorisme, di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (25/7/2011).
Rapat koordinasi yang digelar kali ini dan dihadiri seluruh jajaran penegak hukum pun diharapkan bisa menambah kewaspadaan dan mencegah aksi terorisme.
"Bisa Anda lihat itu kasus Bima, kasus Poso, Hamparan Perak, itu kan ancaman sudah langsung ditujukan kepada aparat negara. Ini kan ancaman negara ini. Yang terdepan ini memang Polri," ujar purnawirawan irjen polisi ini.
Untuk melawan kegiatan terorisme itu, Ansyaad menjelaskan, yang utama dilakukan yakni pada upaya pencegahan. Mengingat selama ini ada kaitan antara pelaku terorisme di satu daerah dengan daerah lain, yang salah satunya karena alasan keluarga.
"Terutama daerah rawan, kantong-kantong radikalisme, Aceh, Sumut, Riau, Sumsel, Lampung, Jawa, Bali dan NTB," tuturnya.
(ndr/nrl)











































