"Sekali lagi semua sinergis. Kita tetap melakukan penyelidikan," kata Timur usai acara Rakor Penanggulangan Terorisme di gedung Bidakara, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (25/7/2011).
Timur tidak menjelaskan lokasi negara saat ini Nazaruddin singgah. Ia enggan menjawab apakah tugas Polri membawa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) itu dalam kondisi mati atau hidup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat disinggung soal negara Argentina sebagai tempat persembunyian Nazaruddin, Kapolri lagi-lagi enggan menjawab.
Nazaruddin keluar dari Indonesia pada 23 Mei 2011. Dia dicegah ke luar negeri pada 24 Mei. KPK sudah menetapkan Nazaruddin menjadi tersangka untuk kasus dugaan suap wisma atlet. Dari negara persembunyiannya, Nazaruddin melontarkan tudingan kepada sejumlah pihak utamanya kader PD.
Terakhir dia muncul lewat fasilitas Skype. Diduga dia berada di Amerika Selatan. Dalam wawancara dengan seorang aktivis media sosial Iwan Piliang, dia kembali melontarkan tudingan.
(ape/gun)










































