Status KLB Malaria Hanya Sukabumi
Sabtu, 26 Jun 2004 20:17 WIB
Bandung - Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat Daud Ahmad menegaskan hanya Kabupaten Sukabumi yang bersatus Kejadian Luar Biasa (KLB) berkaitan dengan berjangkitnya penyakit malaria. Hal ini menanggapi adanya kabar bahwa Provinsi Jawa Barat sudah berstatus KLB."Status KLB diberlakuan sejak 4 Mei 2004 hanya untuk Kabupaten Sukabumi, bukan Jawa Barat," ujar Daud seusai peringatan Hari Anti Madat Internasional di Lapangan Gasibu Bandung, Jl Diponegoro, Bandung, Sabtu (26/6/2004). Menurutnya, hingga kini sudah 10 orang meninggal dunia, 79 orang kondisi kritis, dan 533 positif terkena malaria. "Mudah-mudahan yang meninggal tidak bertambah," katanya. Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, kasus malaria di Sukabumi terjadi di dua Kecamatan yakni Kecamatan Lengkong dan Kecamatan Simpenan. Delapan yang meninggal diantaranya merupakan warga Kecamatan Simpenan, sedangkan sisanya merupakan warga Kecamatan Lengkong. Untuk menangani korban-korban malaria dibangun 3 pos kesehatan di Desa Cigaru, Desa Cibeas dan Desa Kertajaya.Sebuah laguna yang luasnya sekitar 4 hektar disebut-sebut merupakan penyebab berjangkitnya malaria di dua kecamatan tersebut. Laguna tersebut berisi air payau, yang merupakan habitat jentik nyamuk Anopeles. Untuk menanggulanginya, lanjut Daud, pihaknya akan mengusahakan untuk membuat sodetan agar airnya tidak lagi payau. "Tadinya mau ditimbun, tapi karena jalannya sulit akhirnya kita sodet yang masih memungkinkan. Minggu ini akan dilakukan," katanya. Ia menambahkan untuk penanganan malaria, saat ini pihaknya baru berkonsentrasi di Kabupaten Sukabumi menyusul status KLB daerah tersebut. "Selanjutnya mungkin penanganan ke depan akan melibatkan Kabupaten Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. Untuk membicarakan bagaimana caranya menghilangkan malaria dari Jawa Barat. Mungkin butuh beberapa tahun," katanya. Ketika dikonfirmasi mengenai adanya daerah lain yang mulai terjangkit malaria yakni Garut, Ciamis, dan Tasikmalaya, Daud mengaku sudah mendengar informasi tersebut. "Betul saya mendengarnya, tapi kita belum terima laporan resminya. Setiap tahun memang terjadi kasus malaria di sana," tukasnya.
(ton/)











































