Jabar Peringati Hari Anti Madat Dengan Musnahkan Narkoba

Jabar Peringati Hari Anti Madat Dengan Musnahkan Narkoba

- detikNews
Sabtu, 26 Jun 2004 17:01 WIB
Bandung - Pemprov Jawa Barat (Jabar) mengkhawatirkan posisi Jabar yang sekarang naik kelas menjadi produsen narkoba. Kekhawatiran tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat Numan Abdul Hakim setelah menyaksikan pemusnahan narkoba berbagai jenis yang merupakan hasil sitaan Polda Jabar dan sisa barang sitaan yang kasusnya telah diputuskan di pengadilan."Dulu kita masih menjadi pasar, kemudian pengedar. Dengan terbongkarnya pabrik ekstasi di Bogor sudah ketahuan kalau sekarang kita Jawa Barat sudah menjadi produsen. Apalagi ternyata diketahui kalau ekstasi yang ditemukan di sana itu kelas internasional dan ternyata diproduksi di kita," kata Numan.Kasus yang disinggung oleh Wagub tersebut menurut Kapolda Jabar Irjen Edi Darnadi saat ini berada dalam penanganan Mabes Polri. Jawa Barat masih merupakan tempat lintas saja."Misalkan ganja, di Jawa Barat tidak ada ladang ganja. Untuk ganja yang ada di sini hanya bandar, pengedar, dan pemakai. Bandar yang ada juga merupakan lintas saja," katanya.Di Jawa Barat, menurut Edi, narkoba yang beredar masih merupakan jenis lama. "Belum ada barang jenis baru yang masuk. Yang ada masih shabu-shabu, ekstasi, dan sedikit heroin," katanya.Memperingati hari Anti Madat Internasional yang jatuh Sabtu (26/6/2004), puluhan kilogram ganja, ratusan botol miras berbagai merek, serta berbagai macam jenis narkoba di antaranya heroin, ekstasi, putaw, dan sabu-sabu dimusnahkan di Bandung.Sekitar 70 kg ganja, 19 ribu botol minuman keras berbagai merk, 80 butir ekstasi, ratusan pil leksotan, 180 gram shabu-shabu, 20 gram heroin dimusnahkan pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat disaksikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Numan Abdul Hakim. Miras dihancurkan dengan digilas stum dan sisanya dibakar di jalan masuk halaman Lapangan Gasibu Bandung.United Nations Office for Drugs and Crimes (UNDOC) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 26 Juni setiap tahunnya sebagai International Day Against Drug Abuse and Illicit Trafficking. Tahun 2004, UNDOC mengangkat tema Treatment Works yakni perawatan bagi penyalahguna narkoba. (nrl/)


Berita Terkait