Pernyataan Dani pun mengundang kontroversi. Ada yang mencaci namun ada juga yang mendukungnya. Salah satu pendukung Dani adalah Wakil Ketua Umum PD, Max Sopacua. Menurut Max, apa yang disampaikan Dani sangat realistis.
"Saya kira itu realistis saja, itu kan sebuah seruan," ujar Max kepada wartawan di sela-sela acara Rakornas PD di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Max yang juga pendukung Marzuki Alie, pada konggres PD beberapa waktu lalu itu berharap usulan itu tidak berbuah pahit kepada Dani. "Itu kan usulan, jangan otoriter main pecat," ucapnya.
Lebih lanjut, menurut Max persoalan antara Nazaruddin dan Anas sebetulnya adalah masalah pribadi. Sehingga hal itu harus diselesaikan secara pribadi oleh Anas dan mantan Bendahara Umum PD itu.
"Harus bisa memilah, ini kan sebenarnya masalah pribadi antara Anas dan Nazar, partai tidak perlu ikut campur," imbuhnya.
Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Dani adalah dinamika dalam partai. Meski tidak menganjurkan Dani diberi sanksi, tetapi Max berharap DPP bisa segera meredam hal itu.
"Ini kan ada 5.000 kader, pasti ada dinamika seperti itu. DPP yang harus bisa meredamnya," imbuhnya.
Sebelumnya, suara untuk meminta Anas Urbaningrum mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) mulai berkumandang di acara Rakornas. Salah satunya, datang dari DPD PD Jateng.
"Saya selaku Sekretaris DPD, pendiri PD Jateng, ingin selamatkan PD. Orang-orang yang bermasalah harus dinonaktifkan, termasuk Anas Urbaningrum sehingga dia bisa selesaikan kasusnya dengan baik," kata Sekretaris DPD Jateng, Dani Sriyanto, di sela-sela Rakornas PD, Sentul, Bogor, Sabtu (23/7) kemarin.
Menurut Dani, Nazaruddin adalah salah satu tim sukses Anas saat kongres PD. Dani menduga yang dituduhkan Nazaruddin selama ini benar adanya.
"Ini Nazar adalah orangnya Anas, tim sukses Anas juga. Saya selaku pelaku kongres berpikir, jangan-jangan yang diomongkan Nazar adalah riil. Kami sekarang ini banyak dapat SMS, telepon dari daerah-daerah. Saat ini banyak DPC tidak berani bicara karena tersandera. Karena ketika kongres mereka dapat aliran dana Nazar. Kedua, mereka anggota DPRD. Takut jabatannya di-recall," papar dia.
(her/vit)











































