Lagi-lagi Mahasiswa Tolak Capres Eks Militer
Sabtu, 26 Jun 2004 14:47 WIB
Palu - Kita seolah menjadi bangsa yang pelupa. Berbagai kasus kekerasan dan pelanggaran HAM di Indonesia selama ini didalangi oleh kalangan militer. Tangan para petinggi militer berlumuran darah rakyat Indonesia.Demikian pernyataan sekitar 50 orang mahasiswa Palu yang Sabtu (26/6/2004) hari ini menggelar unjuk rasa antimiliter. Dalam orasi di depan Markas PolisiMiliter Angkatan Darat, di Jalan Hasanuddin I, Palu, Sulawesi Tengah, mereka menyerukan untuk menolak calon presiden eks militer."Dalam kampanye-kampanye para capres eks militer itu, mereka selalu bilang bahwa mereka adalah pensiunan jenderal. Rakyat kemudian terninabobokan dengankampanye mereka," tandas Mahfud Masuara dalam orasinya.Karenanya, para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Rakyat Anti-Kekerasan (FKRAK) Sulawesi Tengah itu berketatapan hati untuk menolak capres eks militer. Layaknya aksi antimiliter lainnya, mereka juga menyerukan dicabutnya dwi fungsi TNI dan membubarkan komando territorial. Selain itu, mereka menyerukan juga agar rakyat menuntut pembentukkan pemerintahan sipil yang demokratis."Apa pun alasannya, capres dan cawapres eks militer dan yang terlibat pelanggaran HAM harus kita tolak. Jangan biarkan Orde Baru dan militer kembali berkuasa," demikian Mahfud.
(nrl/)











































