Serangan Nazaruddin Harus Dilawan Demokrat dengan Strategi Sama

Serangan Nazaruddin Harus Dilawan Demokrat dengan Strategi Sama

- detikNews
Minggu, 24 Jul 2011 13:34 WIB
Serangan Nazaruddin Harus Dilawan Demokrat dengan Strategi Sama
Jakarta - Nazaruddin menebar badai di tubuh Partai Demokrat. Dengan cerdik Nazar 'bermain' di media massa sehingga audiens-nya adalah semua warga. Untuk melawan pukulan Nazar, Partai Demokrat harus memakai strategi yang sama.

"PD harus mengembalikan legitimasinya di mata publik setelah apa yang dilakukan Nazar. Nazar ini main di media massa dan audiens-nya adalah semua warga, karena itu cepat sekali meluas. Apa yang harus dilakukan Demokrat juga harus setimpal," kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (24/7/2011).

Cara setimpal yang dimaksud Siti adalah strategi sama dengan yang dilakukan Nazar. Artinya, dalam menyampaikan apa yang dilakukan Demokrat haruslah transparan. Pun jika kader Demokrat ingin mementahkan tudingan Nazar, pembeberan barang bukti harus dilakukan terbuka alias diketahui publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga asumsi negatif dari publik kepada Demokrat sebagai hasil kerja dari tudingan Nazar menjadi batal. Demokrat harus benar-benar serius untuk mengembalikan legitimasinya karena nyaris menegakkan benang basah," imbuh dia.

PD tampil ke muka publik dengan slogan "cerdas, santun dan bersih". Namun akibat ulah Nazaruddin, seolah-olah slogan itu hanya kata-kata tanpa implementasi. Ibarat permainan sepakbola, Nazar-lah yang memegang kendali bola.

"Kadang dia berperan sebagai striker, dia tendang berbagai tudingan melalui BBM maupun telepon ke media. Kadang dia pun menendang penalti. Ini terlihat saat dia menampakkan dirinya menjelang rakornas PD digelar sambil membeberkan bukti yang dia punya," tutur Siti.

Slogan PD yang diluluhlantakkan akibat tendangan bertubi-tubi Nazar harus segera ditegakkan. Sebab slogan ini menjadi landasan bagi para kader PD dalam bertindak. Selamat atau tamat menjadi hitungan pertaruhan PD sekarang.

"SBY sebagai Ketua Dewan Pembina PD sudah sangat tegas memberikan arahan. Marah iya, instruksi iya, semua dilepaskan. Instruksinya itu seharusnya ditaati, ditindaklanjuti dengan sungguh-sungguh agar tidak ada pilihan buruk," sambung Siti.

Seperti diketahui, Nazaruddin selama berada di persembunyiannya menyampaikan berbagai tudingan kepada sejumlah kader Demokrat, tak terkecuali kepada sang Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Tudingan diluncurkan dia melalui BlackBerry messenger (BBM), SMS, maupun telepon. Dia bahkan keluar dari persembunyiannya melalui teknologi audio visual internet Skype yang disiarkan oleh Metro TV pada Jumat (22/7) lalu.

Saat tampil via Skype, tersangka kasus dugaan suap di Kemenpora itu menunjukkan bukti terkait Anas. Misalnya saja surat pernyataan Anas yang ditandatangani di atas materai Rp 6.000. Beberapa flash disk berisi aliran dana kasus Wisma Atlet SEA Games XXVI Palembang dan proyek Stadion Hambalang, serta CD yang diklaimnya berisi rekaman CCTV saat pemimpin KPK Chandra Hamzah hadir di rumahnya.

(vit/fay)


Berita Terkait