"Dia semakin sembunyi dan disembuyikan oleh orang yang berkepentingan. Kita tidak tau yang jelas dia di sana sengaja digunakan untuk menghancurkan Demokrat. Jadi kalau ada yang mengatakan yang menyembunyikan Demokrat itu gak betul, karena disana sasaran tembaknya Demokrat," kata Mubarok di sela-sela Rakornas PD di Sentul International Conference Centre, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7/2011).
Siapa yang ingin menghancurkan Demokrat? "Ya partai dong, kalau partai artinya politik. Kan biasa kalau orang balapan udah kesalip, kan pengen nyalip. Pemilu juga begitu, kemarin ada yang kesalip, sekarang pengen nyalip,"papar Mubarok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal tayangan Nazar, menururut Mubarok merupakan rekayasa. Teknologi yang kian canggih bisa dipakai untuk membuat rekayasa.
"Tayangan semalam itu kayak tanyangan bikinan itu, karena Mas Anas belum pernah ke rumah Nazaruddin kecuali sekali buka bersama. Tapi di situ ada dia dengan siapa, tapi teknologi sekarang udah bisa kan,"tuturnya.
Soal gambar tayangan cap jempol Anas? "Ya harus dicek betul cap jempolnya, di TV kan bisa dipindahin, scanning bisa," jawab Mubarok.
(anw/fjr)










































