Ruhut Sindir Prestasi Pengurus DPD PD Jateng yang Minta Anas Mundur

Ruhut Sindir Prestasi Pengurus DPD PD Jateng yang Minta Anas Mundur

- detikNews
Sabtu, 23 Jul 2011 15:31 WIB
Ruhut Sindir Prestasi Pengurus DPD PD Jateng yang Minta Anas Mundur
Jakarta - Sekretaris Partai Demokrat Jawa Tengah Dani Sriyanto meminta agar kader-kader Partai Demokrat yang bermasalah untuk mundur, termasuk Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Apa tanggapan Ruhut Sitompul tentang hal ini?

"Ada beberapa kegenitan dari kader, termasuk Dani. Apa sih presitasi dia di Jateng?," tanya Ruhut Sitompul di sela-sela acara Rakornas PD di Sentul International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7/2011).

Ruhut menjelaskan, yang memiliki hak suara untuk mengajukan Kongres Luar Biasa adalah para ketua, bukan Dani yang notabene adalah sekretaris. "Aku katakan, 100 persen tidak ada satu pun DPD yang minta KLB," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Dani adalah akibat kurang adanya komunikasi saja. Apalagi menurutnya, setelah Presiden SBY memberikan pidato, rasanya tidak tepat lagi untuk membicarakan KLB. "Kebetulan belum konsolidasi,"ujar Ruhut.

Apakah dia akan kena sanksi? "Ya sudahlah, Pak SBY kan orangnya baik,"jawab mantan pengacara tersebut.

Sebelumnya, suara untuk meminta Anas Urbaningrum mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) mulai berkumandang di acara Rakornas. Salah satunya, datang dari DPD PD Jateng.

"Saya selaku Sekretaris DPD, pendiri PD Jateng, ingin selamatkan PD. Orang-orang yang bermasalah harus dinonaktifkan, termasuk Anas Urbaningrum sehingga dia bisa selesaikan kasusnya dengan baik," kata Sekretaris DPD Jateng, Dani Sriyanto, di sela-sela Rakornas PD, Sentul, Bogor, Sabtu (23/7/2011).

Menurut Dani, Nazaruddin adalah salah satu tim sukses Anas saat kongres PD. Dani menduga yang dituduhkan Nazaruddin selama ini benar adanya.

"Ini Nazar adalah orangnya Anas, tim sukses Anas juga. Saya selaku pelaku kongres berpikir, jangan-jangan yang diomongkan Nazar adalah riil. Kami sekarang ini banyak dapat SMS, telepon dari daerah-daerah. Saat ini banyak DPC tidak berani bicara karena tersandera. Karena ketika kongres mereka dapat aliran dana Nazar. Kedua, mereka anggota DPRD. Takut jabatannya di-recal," papar dia.




(anw/fjr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads