Menkes Berharap Masyarakat Sadar Pentingnya Kesehatan & Gizi Anak

Menkes Berharap Masyarakat Sadar Pentingnya Kesehatan & Gizi Anak

- detikNews
Sabtu, 23 Jul 2011 15:05 WIB
Menkes Berharap Masyarakat Sadar Pentingnya Kesehatan & Gizi Anak
Jakarta - Kematian bayi dan balita masih tinggi gara-gara kurang gizi. Di Hari Anak Nasional, Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih berharap masyarakat menyadari pentingnya pendidikan, kesehatan, gizi dan perlindungan anak.

"Ini juga untuk mempersiapkan anak Indonesia menjadi sehat, kreatif dan berakhlaq mulia agar dapat menjaga harkat dan martabat bangsa di masa yang akan datang," kata Endang.

Harapan ini disampaikan Endang dalam sambutannya saat acara peringatan Hari Anak Nasional yang bertema "Anak Indonesia Sehat, kreatif dan berakhlaq mulia' di Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta, Sabtu (23/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara ini dihadiri 2.500 peserta terdiri dari anak-anak Taman Kanak-kanak, SD, SMP, SMA, Madrasah, Pesantren, dokter kecil, anak panti asuhan, anak jalanan dan anak yang memiliki kebutuhan khusus.

Wapres Boediono dan Ibu Herawati Boediono, Menko Kesra Agung Laksono serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar juga hadir dalam acara itu.

Endang mengatakan, gizi buruk mengalami penurunan sekitar 5 persen dari total 4 juta balita. Kematian bayi dan balita juga masih tinggi disebabkan karena kurang gizi dan masalah kesehatan lingkungan. "Ini data tahun 2010. Nanti saya cek lagi tahun 2011 ini," kata Endang.

Endang menjelaskan layanan kesehatan dasar anak dimulai dari dalam kandungan yaitu layanan kepada ibunya, pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali.

Kemudian, lanjut dia, persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan. Setelah anaknya lahir, langsung diberikan imunisasi karena ada beberapa imuniasasi yang memang bisa langsung diberikan seperti hepatitis B dan BCG. Sedangkan untuk balita diberikan imunisasi juga.

Ketika ditanya tentang 13,5 persen dari 3 juta pekerja anak mengalami gizi buruk, Endang meluruskannya.

"13,5 Persen itu bukan pekerja anak. Tetapi balita yang mengalami kekurangan gizi, bukan gizi buruk," kata Endang.

Ia menegaskan hal tersebut akan diatasi Kemenkes dan pemerintah daerah secara bersama-sama. "Karena pemerintah daerah tugasnya mencari di mana anak-anaknya kemudian kalau sudah ada kita upayakan dengan pemberian makanan tambahan dan vitamin supaya gizinya bisa naik," papar dia.

Endang juga menekankan pada program kesehatan untuk anak jalanan. Menurut dia, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kemensos, Kemenkes dan Kemendiknas mempunyai program terpadu.

"Kalau mereka itu tidak mampu, dia tertanggung otomatis dalam Jamkesmas. Kemudian dengan Kemensos, kita sudah ada MoU tentang penyandang masalah sosial seperti anak jalanan ini misalnya dengan adanya beasiswa," kata Endang.

(aan/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini