"Faksi lain pasca kongres ikut bermain. Ini yang belum tuntas, meledak dan kasus Nazaruddin dijadikan pintu masuk untuk menghantam Anas," kata pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi.
Hal ini disampaikan Burhanuddin dalam acara diskusi Polemik Trijaya bertajuk "Demokrat Rakornas: Di Tengah Badai", di Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, panasnya kursi panas ketua umum PD disebabkan oleh dua faktor yaitu ketua umum PD adalah elit pemenang parpol. Kedua, sebagai tiket pada Pilpres 2014.
"Dan harusnya dia (Anas) berhati-hati. Sayangnya pintu pertama yg ditembak adalah bendaharanya," kata Burhanuddin.
Ia berpendapat PD melalui rakornas ini harus bisa menunjukkan kepada masyarakat untuk bisa menjadi parpol yang bersih dan cerdas.
"Ini harus ditegaskan kepada publik. Filter untuk kaderisasi harus diperketat lagi," kata dia.
(fiq/aan)











































